Mengapa pemimpin kita harus benar-benar dari Muslim?

Tulisan ini tidak bertujuan menjelek-jelekan agama lain, karena agama yang saya anut adalah Islam, dan Islam merupakan agama Rohmatan Lil Alamin, agama yang Allah anugrahkan untuk semua penghuni bumi, tanpa terkecuali, baik yang Islam maupun Non Islam, dan tulisan ini bagian dari ajakan sesama umat Islam dalam hal saling mengingatkan akan kebaikan, karena dalam agama Islam, mengajak pada kebaikan adalah bernilai ibadah yang dicatat oleh Allah.

Mengapa pemimpin kita harus seorang Muslim?

Dasar-dasar pemimpin kita harus Muslim ada pada Al Qur’an, dijelaskan pada surat Al Maidah(5) ayat 51 dan Al Maidah(5) ayat 57, berikut terjemahan dari Al Qur’an versi Dep. Agama RI, dan dirujuk dari website: http://www.dudung.net/quran-online/indonesia/5 (silahkan dibuka).

5:51: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

dan

5:57: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

Terjemahan ayat diatas mungkin akan berbeda jika pada penerbit-penerbit lain, namun kita percaya, karena Al Quran yang selama ini kita baca kebanyakan merupakan terbitan dan diberi legalitas dari Departemen Agama RI yang merupakan auliya kita, atau panutan. Pada arti ayat daiatas merupakan terjemahan yang belum pada nilai-nilai atau kandungan apa dibalik ayat tersebut, atau boleh dikatakan jika kita mengartikan secara bahasa saja, maka itu masih kurang tepat, atau masih dangkal, karena butuh pemahaman dan pendalaman.

Menurut penafsiran dari beberapa rujukan, salah satunya adalah dari : http://kajiantentangquran.blogspot.com/2009/05/pemimpin-harus-islam.html dijelaskan, bahwa boleh saja pemimpin kita bukan dari golongan non Islam, sangat jelas pamaparan yang ada di blog tersebut, namum ada hal yang perlu kita ketahui dibalik itu semua, selama ada orang Islam se agama, pada posisi pemilihan nanti sangatlah tidak bijak jika kita memilih yang non Islam, atau boleh dikatakan kita telah mendzolimi diri kita sendiri, bisa anda bayangkan kelak Jakarta dipimpim oleh seseorang yang Sekuler dan Non Islam? oleh seseorang yang membebaskan dalam hal keagamaan? apa jadinya kedepan nanti? apa jadinya nanti bawahan-bawahan yang harus tunduk dan taat pada aturan-aturan yang tidak membela keyakinan kita? dan apa jadinya nanti anak cucu kita kedepan nanti…

Sebagai seorang yang dibesarkan dilingkungan pesantren, dibesarkan dilingkungan yang bernuansa Islam yang damai dan bersahaja, saya akan sangat setuju jika saya dipimpin oleh mereka auliya-auliya syuhada, pembela Islam, yang mendirikan panji-panji ke-Islaman, yang memegang teguh Al-Qur’an dan Al Hadits sebagai petunjuknya dan Rosulullah sebagai panutannya, dan saya akan terheran-heran dan manangis dalam hati kecil saya, jika masih ada umat Muslim yang mengaku Muslim, ber-KTP Islam, melakukan sholat dan berpuasa namun mengharapkan pemimpinnya bukan dari golongan Islam.

Dan apakah dari anda ada yang berpendapat, “hari gini masih memperdebatkan masalah agama dalam pemilihan PILKADA? udah ngga jaman? “, itulah pikiran-pikiran sekuler, yang sudah diracuni oleh budaya bebas budaya asing dan lupa akan budaya kita sendiri, tidak usah menunggu nanti, kita lihat sekarang anak-anak muda sudah diracuni oleh budaya asing, budaya yang tidak mengenal sisi agama, pesta sex, ganja, narkoba, bahkan dalah sebuah survey bahwa banyak dari remaja-remaja Jakarta, baik yang Mahasiswi dan Pelajar sudah pernah berhubungan intim dengan lawan jenisnya, Masya Allah…   itulah faham sekuler, Islam hanya dibibir saja.

Dan walau saya bukan anggota FPI, namun pernah kan anda dengar kah FPI merusak Pos Polisi di Jakarta misal, merusak layanan-layanan publik misal? TIDAK, FPI hanyalah menegakkan yang haram ya haram, tidak ada toleransi yang haram menjadi halal, atau setengah haram, bukan sok jagoan, karena itu adalah keyakinan, dan masalah keyakinan adalah masalah dalam hati kita, keyakinan adanya dihati. Dan bukan juga saya pro dengan FPI, namun setidaknya mereka sudah bertindak, tidak seperti saya yang hanya menulis disini.

Itulah mengapa kita perlu memilih pemimpin kita itu Islam, setidaknya dengan pemimpin kita Islam maka kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keyakinan dapat berjalan dengan baik, pengajian-pengajian akan berjalan seperti biasanya, tanpa ada dependensi apapun dari agama lain, seiring sejalan, karena mayoritas negara kita adalah umat Islam, maka bijaklah pada diri anda dalam memilih, pertimbangkan faktor yang saya jelaskan diatas.

9 thoughts on “Mengapa pemimpin kita harus benar-benar dari Muslim?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s