Apa itu sekulerisme? dan kaitanya dengan Jokowi

Mungkin anda masih ada yang belum tahu apa itu Sekulerisme, dalam sebuah petikan di Wikipedia disebutkan:

Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.
Sekularisme juga merujuk ke pada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.
Tujuan dan argumen yang mendukung sekularisme beragam. dalam Laisisme Eropa, di usulkan bahwa sekularisme adalah gerakan menuju modernisasi dan menjauh dari nilai-nilai keagamaan tradisional. Tipe sekularisme ini, pada tingkat sosial dan filsafats seringkali terjadi selagi masih memelihara gereja negara yang resmi, atau dukungan kenegaraan lainnya terhadap agama.

dikutip dari Wikipedia berbahasa Indonesia: http://id.wikipedia.org/wiki/Sekularisme

Perhatikan pada bagian ini: Tujuan dan argumen yang mendukung sekularisme beragam. dalam Laisisme Eropa, di usulkan bahwa sekularisme adalah gerakan menuju modernisasi dan menjauh dari nilai-nilai keagamaan tradisional. Tipe sekularisme ini, pada tingkat sosial dan filsafats seringkali terjadi selagi masih memelihara gereja negara yang resmi, atau dukungan kenegaraan lainnya terhadap agama.

Tanpa ragu lagi, bahwa tujuan dari sekulerisme adalah sebuah teknik modernisasi yang pelan-pelan akan menjaukan nilai-nilai agama pada setiap kegiatan, manjauhkan islam dari islam yang sebenarnya, pernahkah anda mendengar tentang JIL ( Jaringan Islam Liberal )? nah JIL adalah salah satu jaringan islam yang berfaham pada sekulerisme, ( detilnya lihat dihalaman ini: http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2012/03/09/mewaspadai-gerakan-islam-sekulerisme-pluralisme-liberalisme-sepilis/ ) sudah jelas faham ini adalah faham tersesat, pernah anda mendengar fatwa ini :

  1. Bahwa homoseksual adalah kelaziman dan dibuat oleh Tuhan sehingga dengan begitu homosexual diizinkan dan diperbolehkan dalam Islam?
  2. Bahwa menikah beda agama itu boleh?
  3. Bahwa murtad dari Islam itu boleh-boleh saja dan tidak berdosa?
  4. Bahwa semua agama itu sama menuju jalan kebenaran?
  5. Bahwa Al Qur’an adalah kitab saduran yang mengedit keyakinan dari kitab suci Kristen sekte Ebyon?

Itulah arah dimana nilai-nilai agama yang sebebarnya sudah diselewengkan, jika anda ingin mengetahui lebih detil perihal JIL baca website diatas, dan sudah kita ketahui bersama bahwa JIL itu merupakan aliran islam sesat dan menyesatkan, saya harap dengan pemaparan diatas anda sudah ada gambaran apa itu sekulerisme.

Memang Jokowi sudah memeluk agama Islam, namun perlu anda ketahui bahwa, walaupun tidak semua, ada juga PONPES di Solo, namun jika lebih pelosok lagi Solo merupakan daerah yang kalo orang jawa sebut dengan istilah “islam abangan” atau islam yang tidak sepenuhnya islam, kadang hanya KTP saja islam, namun akidah dan keyakinannya masih pada pola kejawen, jadi campuran islam dan adat istiadat, dan umumnya kurang mendalami islam, biasanya terlihat pada saat membaca Al-Qur’an, lidah bibir dalam melafadzkan pasti berbeda.

Sehingga sangat wajar jika Jokowi masuk dalam pola pikir islam sekuler, karena pondasi akidah keagamaanya masih kurang, namun sangat berbahaya jika dibalik ini semua ada gerakan JIL, apakah mau warga DKI menerima itu semua?, jika sudah menjadi pimpinan apakah bisa menolak? saya rasa akan banyak demonstrasi dimana-mana, jangan samakan Jokowi memimpin Solo, masyarakat Jakarta dan Solo sangat berbeda jauh, khususnya ditinjau dari segi akidahnya, ditambah lagi pasangannya yang non-Islam.

Saya bukan berarti membeda-beda kan, kalau kata bung Karno “Bhineka Tunggal Ika” namun anda juga harus sadar berbeda agama boleh saja, tapi kalau sudah pada menghilang-hilangkan nilai-nilai agama, itu yang akan menjadi permasalahan, mudah-mudahan warga DKI sadar siapa yang harus dipilih baik menurut akidah dan keyakinan, ingat pilihlah pemimpin yang berdasarkan kriteria keislaman yang ada pada artikel saya yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s